Jika Pekerjaan Melenceng dari Passion

by ikhsan38

Fenomena sekarang kebanyakan orang memiliki pekerjaan melenceng dari passion yang seharusnya. Apakah tindakan seperti ini dibenarkan atau disalahkan? Tentu kita tidak bisa memandang fenomena ini hanya dari salah satu sudut pandang saja.

Bukan membenarkan ataupun menyalahkan tindakan orang-orang tersebut. Karena pasti mereka mempunyai alasan tersendiri memiliki pekerjaan yang berbeda dengan passion awalnya. Kita juga tidak bisa memaksakan kehendak mereka untuk kembali pada tujuan cita-citanya ataupun mengambil pekerjaan yang sesuai jurusan semasa kuliahnya.

Mengapa kejadian tersebut sering terulang bahkan semakin banyak lagi dari mereka yang merasakan hal serupa. Pasti sebagian orang akan bertanya seperti ini, lalu apa gunanya mereka belajar susah payah tetapi tidak dipraktekan dalam dunia kerja?

Padahal biaya pendidikan juga tentu tidak murah. Entah siapa yang harus rela turun tangan mengatasi fenomena ini? Pasalnya kejadian sama ini terus berulang tanpa adanya pengurangan bahkan semakin meningkat jumlahnya. 

Kronologis Fenomena Seperti Ini

Faktanya dunia kerja sangat berbeda dengan ketika Anda masih duduk pada bangku sekolah ataupun kuliah. Ditambah lagi setiap tahun baik sekolah maupun perguruan tinggi meluluskan anak didiknya.

Ada sebagian yang melanjutkan pendidikan, tetapi banyak juga yang memutuskan untuk mencari peluang pekerjaan. Dalam hal ini, sangat tergambarkan betapa ribuan orang berusaha mendapatkan satu posisi yang mereka inginkan.

Ketatnya persaingan untuk memperoleh sebuah pekerjaan impian mereka. Tentu hal tersebut membuat para lulusan perguruan tinggi tidak hanya melamar pada satu bidang yang sesuai background pendidikan saja.

Terbukti banyak dari mereka yang akhirnya “nekat” melamar berbagai posisi tersedia termasuk pekerjaan yang melenceng dari passion bidang ilmu yang sudah mereka pelajari semasa kuliah.

Selain itu, terdapat faktor lain yang menjadi penyebab orang memilih pekerjaan melenceng dari passion ataupun tidak sesuai dengan jurusan. Antara lain minat dan passion hingga masalah pendapatan lebih tinggi.

Contoh kasus mereka keluar dari passion

Berdasarkan faktor-faktor tersebut bisa digambarkan pada beberapa contoh kasus orang menggeluti pekerjaan yang melenceng dari passion, sebagai berikut.

Ini hanya gambaran saja misalnya seorang lulusan Fakultas Teknik melamar sebagai staf Creative Design pada sebuah perusahaan swasta. Passion dan pengalaman juga hasil-hasil karya grafisnya membuat ia percaya diri untuk melamar pekerjaan pada perusahaan bergerak di industri kreatif.

Ada pula seorang fresh graduate yang mengorbankan gelar Sarjana Akuntansi-nya untuk berkarir sebagai staf HRD. Mungkin karena perusahaan yang ia lamar adalah perusahaan multinasional dengan program Management Trainee dapat memberikan gaji yang lebih tinggi.

Seorang lulusan Sarjana Sastra memilih untuk bekerja sebagai Digital Marketing di sebuah perusahaan agency. Alasannya mungkin karena sudah merasa putus asa belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai jurusan. Sehingga ia memberanikan diri untuk melamar sebagai Digital Marketing, karena profesi ini bisa memberikan peluang terbuka bagi semua jurusan. 

Dari ketiga contoh kasus di atas merupakan gambaran yang terjadi. Pada kenyataannya tidak sedikit profesi yang menerima pekerjaan dari berbagai jurusan. Jadi pihak recruiter tidak terlalu mempersoalkan latar belakang pendidikan, tetapi mereka lebih mengutamakan soal keahlian yang dimiliki setiap calon karyawannya.

Hikmah yang bisa diambil

Pada dasarnya setiap manusia berhak memilih jalan hidup yang mereka percayakan, jadi tidak ada masalah jika Anda memutuskan berkarir melenceng dari jurusan. Akan tetapi yang perlu Anda ingat yaitu konsekuensi di baliknya, seperti kesanggupan menerima tantangan, penyesuaian dan mempelajari hal-hal baru.

Bekerja tidak sesuai jurusan, bukan sepenuhnya Anda menyia-nyiakan pendidikan semasa kuliah. Karena saat Anda terjun ke dunia kerja, akan selalu ada ilmu baru yang bisa diterapkan untuk menunjang pekerjaan itu. Keuntungan menjadikan Anda sebagai orang profesional dalam bekerja.

Apapun bidang yang digeluti pastikan totalitas dan pilihlah pada perusahaan yang memberikan peluang untuk berkembang. Misalnya ada program pelatihan terutama bagi fresh graduate. Anda juga harus terus mengembangkan soft skill, banyak sekali referensi yang ada dan salah satunya disini. Tetap semangat!

Related Posts